BAGAIMANA REMPAH BISA ADA DI INDONESIA?

Berbicara rempah-rempah, maka kita juga harus mengetahui hubungannya dengan zaman penjelajahan yang dilakukan oleh beberapa negera Eropa sekitar abad ke-15. Ceritanya, saat Kekaisaran Turki Utsmani bangkit, Kerajaan Bizantium berhasil dikalahkan yang ditandai dengan direbutnya kota Konstantinopel.

sumber : www.4muda.com

Dengan direbutnya konstantinopel, pintu masuk jalur sutera satu-satunya yang menghubungkan dunia timur dengan dunia barat di kuasai oleh Turki. Adanya pungutan pajak yang cukup tinggi untuk barang dagangan (termasuk rempah) yang melewati kota, mendorong beberapa negara Eropa untuk menemukan rute lain ke pusat penghasil rempah-rempah secara langsung, melalui jalur -jalur laut.


Apalagi setelah ditemukannya kompas, orang Eropa mulai berani melaut sangat jauh. Beberapa pelopornya diantaranya: Bartolomeus Dias dan Vasco da Gama (menemukan rute ke Hindustan melalui tanjung harapan), Christopher Colombus (menempuh rute yang berlawanan dengan Vasco, dan menemukan hal yang tidak terduga, yakni benua baru yang kelak disebut Amerika), Ferdinand Magellan (menemukan jalur yang dapat melintasi benua Amerika, yakni melalui jalur paling selatan Amerika, yakni selat Magellan).


Namun berdasarkan Encyclopaedia Britannica (2002), kapal Victoria dari Ferdinand Magellan lah yang benar-benar sampai ke Maluku sekitara tahun 1519 dan kembali ke Spanyol dengan kemenangan, kapal penuh dengan cengkih dan rempah-rempah lainnya

Sedangkan, Negara yang lama menjajah Indonesia, Belanda, baru sampai ke Hindia timur (Indonesia) pada 1598 dan kembali dengan 600 ribu pon rempah-rempah dan produk Hindia timur lainnya. Setelahnya, Belanda membentuk kongsi perdagangan hindia timur atau VOC untuk memonopoli perdagangan rempah yang berasal dari Nusantara untuk dijual ke Eropa.

0 Komentar