Hai, sobat nusantara..aku mau jawab pertanyaandari judul blog kali ini ya...
Tentu ada dong rempah yang bisa dijadikan obat tradisional. Meski kebanyakan dari rempah digunain sebagai bumbu masakan, tetapi ada sebagian rempah yang bisa juga dijadikan obat herbal. Yuk, disimak apa aja jenis rempahnya ....
1. Jintan Hitam
Sahabat NUSANTARA, pernah dengar habbatusauda?
Obat herbal ini disebut-sebut digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk pengobatan di zaman dulu.
Habbatusauda sendiri dikenal sebagai jintan hitam di Indonesia.
Manfaat dari tanaman herbal jintan hitam antara lain adalah:
- Pereda nyeri (analgesik)
- Anti bakteri, radang, maag, hipertensi, bakteri, virus, dan jamur
- Menangkal gangguan imun
- Obat diabetes, kanker usus besar, anomali pada saluran pencernaan, alergi, dan juga asma.
Di pasaran obat alami dan herbal ini dijual dalam bentuk kapsul.
Kapsul tersebut berisi butiran jintan hitam dan juga minyak.
Rasanya memang mungkin sedikit aneh dan membekas, namun khasiatnya luar biasa baik bukan?
sumber: merdeka.com
2. CENGKEH

Manfaat cengkeh bagi kesehatan antara lain adalah membantu mengatasi dan mengobati sakit gigi, peradangan, mengatasi mual dan muntah, meningkatkan sistem pencernakan, dan meredakan batuk. Secara empirik, cengkeh juga digunakan sebagai obat kolera. Campuran cengkeh dengan herba lainnya seperti adas, asam trengguli, pulasari, kencur dan daun blustru secara empirik digunakan untuk mengatasi haid tidak lancar. Untuk pemakaian luar, cengkeh dimanfaatkan untuk mengatasi jerawat, menghilangkan noda di kulit, mengobati campak dan sumber anti oksidan yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan wajah dan kulit. Cengkeh dilaporkan dapat berperan sebagai anti jamur dan anti bakteri. Minyak cengkeh berserta komponenkomponen minyak herbal lainnya dimanfaatkan dalam aromaterapi. Cengkeh juga dilaporkan sebagai kondisioner dan mencegah rambut rontok. Untuk penggunaan lainnya, cengkeh berpotensi sebagai pengusir nyamuk.
sumber : e-book rempah herbal Luchman Hakim
3. KAYU MANIS

Kayu manis sejak lama telah digunakan oleh bangsa-bangsa di dunia. Berbagai praktek pengobatan tradisional menggunakan kayu manis sebagai tanaman obat. Di Tamil Nadu India, Maridass dan Victor (2008) melaporkan semua spesies Cinnamomum mempunyai sifat multifungsi, utamanya dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit. Masyarakat Tamin Nadu menggunakan C. walaiwarense, C. trivancoricum dan C. malabatrum untuk penyembuhan sakit perut. Spesies C. riparium, C. sulphuratum, C. filipedicellatum and C. wightii digunakan dalam mengatasi deman, cacing usus, pusing dan problem menstruasi. Kayu manis adalah tumbuhan penting dalam pengobatan dan seni kuliner di Asia selatan. Minyak esensial dari spesies Cinnamomum digunakan sebagai antimicrobial dan anti-inflamatori. Berbagai penggunaan tradisional percaya bahwa kayu manis bermanfaat sebagai obat batuk, sariawan, eksim, peluruh angin, peluruh keringat. Kayu manis juga dipercaya dapat mengatasi asam urat dan hernia. Kayu manis juga dimanfaatkan dalam penyembuhan diabetes.
Fungsi lain dari kayu manis bagi tubuh adalah mencegah penggumpalan darah, anti kanker, meningkatkan fungsi otak, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, dan menghangatkan tumbuh. Kayu manis mengandung minyak esensial seperti eugenol yang berperan dalam memberikan rasa/efek psikologi menenangkan. Eugenol dapat berperan sebagai pembius lokal dan antiseptik sehingga banyak digunakan dalam prosedur penanganan penyakit gigi. Kayu manis mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabet, antiseptik, pembiusan lokal, antiinflamatori, dan menghangatkan. Komponen aktif dari rempah-rempah ini dapat meningkatkan motilitas dari saluran intestinal organ dari sistem pencernakan, sebagimana juga berperan dalam membantu sistem digestif dengan meningkatkan sekresi enzim gastro-intestinal. Kayu manis bermanfaat dalam diet, antara lain berperan dalam kontrol gula darah dan mengurangi kolesterol. Kayu manis digunakan dalam pengobatan penyakir neurodegeneratif
sumber : e-book rempah herbal Luchman Hakim

0 Komentar